reflection


 webmaster    15 Jul : 15:02
 None    Nasehat

assalammualaikum wr.

assalammualaikum wr. wb

Tak ada yg pernah tau berapa lama kita akan hidup di dunia ini. Tak ada seorangpun yang bisa menerka jatah yang Alloh berikan untuk menikmati semua nikmat dunia baik itu nikmat sakit maupun nikmat senang. Namun berapapun lamanya pada akhirnya semua akan kembali pada-Nya. Tapi pernahkah terfikirkan oleh kita bagaimana nanti akhirnya?. Ketika sampai pada waktunya jatah kita habis, tak ada yang tersisa selain kenangan bagi mereka yang kita tinggalkan. Namun kenangan pun akan memudar seiring berjalannya waktu.

Ibu yang meninggalkan anak-anaknya atau ayah yang meninggalkan anak-anaknya atau bahkan anak-anak yang meninggalkan orang tuanya. Semua hanya kenangan. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, akhirnya hanya tinggal kesadaran kemana perginya semua itu. Akan muncul pertanyaan dalam benak kita, apakah kita pernah memiliki mereka? Jawabannya tentu “pernah”. Tapi semua itu rasanya sudah sangat jauh dari kita.

Bila mengingat mereka yang telah pergi, terfikirkan oleh kita bahwa suatu saat kita akan seperti mereka. Tapi kapan? Hanya Alloh yang tau. Lalu sambil menunggu waktu itu datang, apa yang kita lakukan? Bersenang-senang memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan alasan “mumpung masih hidup”? terlalu ngoyo mengejar dunia. Atau mempersiapkan diri sampai waktunya tiba? Tapi sejauh apakah persiapan itu? Walaupun kadang kita merasa amal ibadah kita sudah cukup, tapi apakah menurut Alloh juga sudah cukup? Diri ini pasti pernah salah, pernah khilaf, pernah brdosa.

Diri ini juga pasti pernah bertobat, semua itu adalah usaha kita untuk mendapatkan ampunan Alloh, lalu masihkah kita berlengah?menunda-nunda apa yang bisa kita kerjakan sekarang? Terkadang diri ini terasa lelah, muncullah kata “nanti”, “nanti” dan “nanti”, namun tanpa disadari ternyata sudah banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya karena kita menuruti rasa lelah kita.

Ketika kesadaran menerpa kita, semua sudah terlambat, yang ada hanya penyesalan, lalu muncul dalam angan-angan “kalau saja bisa memutar balik waktu”. itu juga yang terfikirkan ketika kita mengingat ayah atau ibu kita yang sudah meninggalkan kita, kalau bisa memutar waktu, akan kita perlakukan orang tua kita lebih baik lagi dari yang pernah kita lakukan. Tapi penyesalan memang datang di akhir.

Berbahagialah bagi mereka yang masih memiliki ibu dan ayah, kakak atau adik, atau bahkan semua yang disayangi dan menyayangi kita. Manfaatkan waktu yang ada, karena ketika salah satu telah tiada, yang ada hanyalah penyesalan dan semua tinggal kenangan akan kasih sayang mereka.

Tidak akan cukup umur kita untuk mengalami semua pengalaman hidup. Selain karena masing-masing diri kita sudah Alloh tentukan jalan hidupnya. Tapi kita punya kesempatan untuk belajar dari pengalaman hidup orang lain. Selalu berusaha belajar menempatkan diri pada posisi orang lain, bila itu menyakitkan kita, mungkin itu juga menyakitkan orang tersebut. ketika kita ingin menyakiti seseorang, berfikirlah, bagaimna kalau kita yang mendapatkan perlakuan seperti itu? Sakit?...tapi terkadang tanpa sengaja kita menyakiti seseorang, namun paling tidak kita sudah berusaha untuk tidak menyakiti.

semoga bermanfaat
mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.
alhamdulillah jazakumullohu khoiro

wassalammualaikum wr. wb


[Submitted by ela]




0 Comments

News Categories