TAEK MBONJROT (jangan salah niat)....


 webmaster    15 Jul : 14:56
 None    Nasehat

Ada seorang tamu yang kelihatannya lusuh datang ke suatu desa.

Ada seorang tamu yang kelihatannya lusuh datang ke suatu desa. Melihat lusuhnya tamu ini, tentu saja menjadikan penduduk desa risih. Tamu ini bermaksud bermalam di desa itu, mengingat perjalananya jauh, jadi musti menginap di perjalanan. Orang-orang desa tersebut menutup pintu terhadap keberadaan tamu tersebut. Namun tentu saja tidak semua orang. Ada seorang penduduk desa yang berhati emas, beliau cukup bersahaja, dan terbuka. Penduduk desa ini menerima keadaan tamu yang lusuh ini untuk menginap di desa tersebut. Mengingat ajaran Islam untuk memuliakan tamu, maka dihormatilah tamu tersebut, sebagaimana layaknya tamu biasa lainnya. Dilayani, diberikan tempat tidur di kamar, bahkan diberi makan malam yang memang diusahakan dicari-carikan di warung setempat , tujuannya adalah memuliakan tamu. Tiba pada suatu malam, tamu tersebut mendadak ingin buang hajat / buang air besar / modol / berak, perutnya rada sakit karena mungkin tadi hidangannya ada sedikit pedas. "Wah, pak, perut saya mulas-mulas, di sini ada kamar kecil gak, saya ingin buang hajat nih ..." , kata si tamu. Kebiasaan penduduk desa tersebut adalah MCK nya di sungai terdekat (penduduk desa ini termasuk orang miskin, jadi tidak punya Kamar Mandi / WC sendiri), namun mengingat sudah malam gelap gulita, mungkin juga ada binatang2 berbahaya, maka hal itu menjadikan kesulitan bagi tamu tersebut. "Gini aja pak, silakan berak di kamar saja, besok pagi akan saya bersihkan pak, ndak papa," bgitu kata si empunya rumah. "Woh, gitu ya pak, gak enak nih ama bapak, merepotkan saja , maaf ya pak", kata si tamu. "Don't mention it, gak usah sungkan-sungkan pak, sungai rada jauh, daripada nanti bapak tergelincir ke jurang", kata si empunya rumah. Beraklah si tamu tersebut di kamar. Keesokan harinya, tamu tersebut mohon pamit pada penduduk desa tersebut. Setelah tamu itu pergi, si penduduk desa itu berusaha mencari kotoran tadi, tapi tidak diketemukan. Dicari-cari tidak bisa diketemukan,namuan malah menemukan gundukan emas di pojokan kamar. BErita ini menjadikan kehebohan di seluruh penjuru desa. Penduduk Desa lain tentu saja menyesal dan iri pada tetangganya yang mendapatkan emas tadi. ----- Di waktu setelah itu, bbrp minggu kemudian, ada tamu yang juga lusuh datang ke desa tersebut. Penduduk Desa ini ingat tetangganya pernah menjamu tamu tersebut dan mendapatkan emas, maka dia berharap untuk bisa mendapatkan emas seperti tetangganya. Maka dia menerima dengan gembira ria tamu tersebut, bahkan sempat beradu mulut dengan tetangga yang lain, berebut untuk mempersilakan menginap. Tamu tersebut dipersiapkan kamar khusus yang bagus. Bahkan tamu tersebut juga dijamu dengan makanan yang cukup mewah,tentu saja yang semakin lebih pedas dari tetangganya, dengan harapan tamu tersebut di malam harinya akan mulas mulas. Wes pokoknya ada tongseng , sate , gule , tengkleng segala. Benar perkiraan si empunya rumah, pada malam hari si tamu tersebut mulas-mulas dan minta ijin ke kamar kecil. Sebenarnya si empunya rumah ini cukup kaya, punya beberapa kamar mandi, tapi dia mempersilakan tamu tersbeut untuk berak di kamarnya. "sudah pak, berak di kamar saja pak, gak papa, besok saya bersihkan ... ", begitu kata si empunya rumah. Keesokan paginya, seperti biasa si tamu itu mohon pamit pada si empunya rumah. Seperginya tamu tersebut, si empunya rumah segera lari ke kamar bekas si tamu tadi malam, dan berusaha mencari2 brangkali ditemukan gundukan emas.. Namun ternyata sodara2 tidak ada emas sedikitpun, yang ada hanyalah TAEK MBONJROT ...bekas makanan pedas2 plus sate, gule , tongseng tadi malam.. Itulah balada TAEK MBONJROT, yang akan diterima orang yang ukan mencari pahala, namun ada udang di balik batu, alias berharap mendapatkan harta, bukan berusaha mendapatkan ganjaran di sisi Alloh. Write by Alpha Bagus Sunggono on milisjokam




0 Comments

News Categories