News
Thursday 22 July 2010
22/07 : Alloh Akan Memberimu
Saya tak kuasa membayangkan akan 'nikmat' tsb
Di sini saya hanya ingin berbagi dengan saudara semua,
akan sebuah kisah yang dialami oleh sahabat Rosululloh SAW,
terutama pada kalimat yang sy garis bawahi.
Semoga bermanfaat
****
Rosululloh SAW bertanya kepada jabir:
"Jabir, aku belum pernah melihatmu murung seperti ini,"
"Ayahku mati syahid dan meninggalkan keluarga serta agama" jawab Jabir
"maukah kau aku beritahukan kabar gembira tentang nikmat yang didapatkan ayahmu?"
"tentu saja, Rosululloh"
"Alloh tidak pernah berbicara kecuali dari balik tabir. Tapi Alloh menghidupkan dan mengajak ayahmu berbicara secara berhadap-hadapan.
Alloh berfirman: 'Hambaku, berharaplah kepada-Ku, karena Aku akan memberimu'
Ayahmu berkata: 'Ya Alloh, aku memohon agar Engkau menghidupkanku lagi shg aku bisa terbunuh di jalan-Mu untuk kedua kalinya'
dst...
(HR Tirmidzi)
Post by : Chasan Rome
Thursday 15 July 2010
15/07 : reflection
Tak ada yg pernah tau berapa lama kita akan hidup di dunia ini. Tak ada seorangpun yang bisa menerka jatah yang Alloh berikan untuk menikmati semua nikmat dunia baik itu nikmat sakit maupun nikmat senang. Namun berapapun lamanya pada akhirnya semua akan kembali pada-Nya. Tapi pernahkah terfikirkan oleh kita bagaimana nanti akhirnya?. Ketika sampai pada waktunya jatah kita habis, tak ada yang tersisa selain kenangan bagi mereka yang kita tinggalkan. Namun kenangan pun akan memudar seiring berjalannya waktu.
Ibu yang meninggalkan anak-anaknya atau ayah yang meninggalkan anak-anaknya atau bahkan anak-anak yang meninggalkan orang tuanya. Semua hanya kenangan. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan berganti tahun, akhirnya hanya tinggal kesadaran kemana perginya semua itu. Akan muncul pertanyaan dalam benak kita, apakah kita pernah memiliki mereka? Jawabannya tentu “pernah”. Tapi semua itu rasanya sudah sangat jauh dari kita.
Bila mengingat mereka yang telah pergi, terfikirkan oleh kita bahwa suatu saat kita akan seperti mereka. Tapi kapan? Hanya Alloh yang tau. Lalu sambil menunggu waktu itu datang, apa yang kita lakukan? Bersenang-senang memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan alasan “mumpung masih hidup”? terlalu ngoyo mengejar dunia. Atau mempersiapkan diri sampai waktunya tiba? Tapi sejauh apakah persiapan itu? Walaupun kadang kita merasa amal ibadah kita sudah cukup, tapi apakah menurut Alloh juga sudah cukup? Diri ini pasti pernah salah, pernah khilaf, pernah brdosa.
Diri ini juga pasti pernah bertobat, semua itu adalah usaha kita untuk mendapatkan ampunan Alloh, lalu masihkah kita berlengah?menunda-nunda apa yang bisa kita kerjakan sekarang? Terkadang diri ini terasa lelah, muncullah kata “nanti”, “nanti” dan “nanti”, namun tanpa disadari ternyata sudah banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya karena kita menuruti rasa lelah kita.
Ketika kesadaran menerpa kita, semua sudah terlambat, yang ada hanya penyesalan, lalu muncul dalam angan-angan “kalau saja bisa memutar balik waktu”. itu juga yang terfikirkan ketika kita mengingat ayah atau ibu kita yang sudah meninggalkan kita, kalau bisa memutar waktu, akan kita perlakukan orang tua kita lebih baik lagi dari yang pernah kita lakukan. Tapi penyesalan memang datang di akhir.
Berbahagialah bagi mereka yang masih memiliki ibu dan ayah, kakak atau adik, atau bahkan semua yang disayangi dan menyayangi kita. Manfaatkan waktu yang ada, karena ketika salah satu telah tiada, yang ada hanyalah penyesalan dan semua tinggal kenangan akan kasih sayang mereka.
Tidak akan cukup umur kita untuk mengalami semua pengalaman hidup. Selain karena masing-masing diri kita sudah Alloh tentukan jalan hidupnya. Tapi kita punya kesempatan untuk belajar dari pengalaman hidup orang lain. Selalu berusaha belajar menempatkan diri pada posisi orang lain, bila itu menyakitkan kita, mungkin itu juga menyakitkan orang tersebut. ketika kita ingin menyakiti seseorang, berfikirlah, bagaimna kalau kita yang mendapatkan perlakuan seperti itu? Sakit?...tapi terkadang tanpa sengaja kita menyakiti seseorang, namun paling tidak kita sudah berusaha untuk tidak menyakiti.
semoga bermanfaat
mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.
alhamdulillah jazakumullohu khoiro
wassalammualaikum wr. wb
[Submitted by ela]
15/07 : TAEK MBONJROT (jangan salah niat)....
Melihat lusuhnya tamu ini, tentu saja menjadikan penduduk desa risih.
Tamu ini bermaksud bermalam di desa itu, mengingat perjalananya jauh,
jadi musti menginap di perjalanan.
Orang-orang desa tersebut menutup pintu terhadap keberadaan tamu
tersebut. Namun tentu saja tidak semua orang.
Ada seorang penduduk desa yang berhati emas, beliau cukup bersahaja,
dan terbuka. Penduduk desa ini menerima keadaan tamu yang lusuh ini
untuk menginap di desa tersebut.
Mengingat ajaran Islam untuk memuliakan tamu, maka dihormatilah tamu tersebut,
sebagaimana layaknya tamu biasa lainnya. Dilayani, diberikan tempat
tidur di kamar,
bahkan diberi makan malam yang memang diusahakan dicari-carikan di
warung setempat ,
tujuannya adalah memuliakan tamu.
Tiba pada suatu malam, tamu tersebut mendadak ingin buang hajat /
buang air besar / modol / berak,
perutnya rada sakit karena mungkin tadi hidangannya ada sedikit pedas.
"Wah, pak, perut saya mulas-mulas, di sini ada kamar kecil gak, saya
ingin buang hajat nih ..." , kata si tamu.
Kebiasaan penduduk desa tersebut adalah MCK nya di sungai terdekat
(penduduk desa ini termasuk orang miskin, jadi tidak punya Kamar Mandi
/ WC sendiri),
namun mengingat sudah malam gelap gulita, mungkin juga ada binatang2 berbahaya,
maka hal itu menjadikan kesulitan bagi tamu tersebut.
"Gini aja pak, silakan berak di kamar saja, besok pagi akan saya
bersihkan pak, ndak papa," bgitu kata si empunya rumah.
"Woh, gitu ya pak, gak enak nih ama bapak, merepotkan saja , maaf ya
pak", kata si tamu.
"Don't mention it, gak usah sungkan-sungkan pak, sungai rada jauh,
daripada nanti bapak tergelincir ke jurang", kata si empunya rumah.
Beraklah si tamu tersebut di kamar.
Keesokan harinya, tamu tersebut mohon pamit pada penduduk desa tersebut.
Setelah tamu itu pergi, si penduduk desa itu berusaha mencari kotoran tadi,
tapi tidak diketemukan. Dicari-cari tidak bisa diketemukan,namuan
malah menemukan gundukan emas di pojokan kamar.
BErita ini menjadikan kehebohan di seluruh penjuru desa.
Penduduk Desa lain tentu saja menyesal dan iri pada tetangganya yang
mendapatkan emas tadi.
-----
Di waktu setelah itu, bbrp minggu kemudian, ada tamu yang juga lusuh
datang ke desa tersebut.
Penduduk Desa ini ingat tetangganya pernah menjamu tamu tersebut dan
mendapatkan emas,
maka dia berharap untuk bisa mendapatkan emas seperti tetangganya.
Maka dia menerima dengan gembira ria tamu tersebut, bahkan sempat
beradu mulut dengan tetangga yang lain,
berebut untuk mempersilakan menginap.
Tamu tersebut dipersiapkan kamar khusus yang bagus.
Bahkan tamu tersebut juga dijamu dengan makanan yang cukup mewah,tentu
saja yang semakin lebih pedas dari tetangganya,
dengan harapan tamu tersebut di malam harinya akan mulas mulas. Wes
pokoknya ada tongseng , sate , gule , tengkleng segala.
Benar perkiraan si empunya rumah, pada malam hari si tamu tersebut
mulas-mulas dan minta ijin ke kamar kecil.
Sebenarnya si empunya rumah ini cukup kaya, punya beberapa kamar
mandi, tapi dia mempersilakan tamu tersbeut untuk berak di kamarnya.
"sudah pak, berak di kamar saja pak, gak papa, besok saya bersihkan
... ", begitu kata si empunya rumah.
Keesokan paginya, seperti biasa si tamu itu mohon pamit pada si empunya rumah.
Seperginya tamu tersebut, si empunya rumah segera lari ke kamar bekas
si tamu tadi malam,
dan berusaha mencari2 brangkali ditemukan gundukan emas..
Namun ternyata sodara2 tidak ada emas sedikitpun,
yang ada hanyalah TAEK MBONJROT ...bekas makanan pedas2 plus sate,
gule , tongseng tadi malam..
Itulah balada TAEK MBONJROT,
yang akan diterima orang yang ukan mencari pahala, namun ada udang di
balik batu,
alias berharap mendapatkan harta, bukan berusaha mendapatkan ganjaran
di sisi Alloh.
Write by Alpha Bagus Sunggono
Saturday 29 May 2010
29/05 : Efek Samping BlackBerry
1. Sering diklaksonin orang lain, sampe disaranin pasang stiker di belakang motor/mobil "Harap sabar, BlackBerry User".
2. Waktu BAB jadi tambah lama. Padahal isinya udah kosong tapi tetep aja nongkrong.
3. Tidur miring nungguin pasangan sambil di tangan. Kejar target ngabisin baca email.
4. Suka gak jelas senyum-senyum sendiri.
5. Gak konsen kerja/ngaji/ibadah yang lain (baca : Ng-4).
6. Bangun pagi yang pertama dicari BlackBerry dulu bukan yang lain.
7. Jadi jarang marah tapi jadi sering dimarahin orang karena diajak ngobrol gak nyambung. Termasuk dengan istri!
8. Kalo di tempat umum suka panik nyari stop kontak. Batere sekarat.
9. Sering lupa mencet tombol lift. Harusnya naik malah turun. Belum lagi kebablasan lantainya.
10. Kalo ngantri di bank pake nomor antrian, pas dipanggil di speaker gak denger. Pas kepala liat monitor kaget. Waks! Harus ambil antrian ulang. Tapi tetep tenaaaaang.
11. Langganan koran dan majalah (Nuansa?)masih tertumpuk rapi tak terbaca.
12. Sering kejedug karena kalo jalan mata tertuju ke layar BlackBerry.
13. Bikin tangan ga pernah kosong. Walaupun ga chatting, tetep aja BlackBerry di tangan! Ga bisa taro di kantong, tas.. uda settingannya gitu. BlackBerry kejahit di tangan
14. Kalau ketinggalan dompetgak panik, bahkan mungkin pacar/istri ketinggalan? Santai, bisa naik Taksi sendiri. Tapi kalau ketinggalan blackberry, Gaswat!
15. Ditanya no identitas, langsung nyebutin no PIN.
16. Mau tidur, ganti status BlackBerry messenger: "Tidur dulu aahh...zzz.. .zzz."
17. Mengalami kapalan di ujung jari.
Pituah Al-ustadz : "BlackBerry® 'setan'? Tendang aja!
---
Diambil dari berbagai sumber.
Go to page >>


